Mengenal Lebih Jauh Manajemen Konstruksi

Oleh : Annabel Noor Asyah

Definisi Manajemen Konstruksi

Bagi mereka yang sering berkecimpung di dunia pengembangan properti dan konstruksi bangunan, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah manajemen konstruksi. Manajemen konstruksi disebut-sebut memiliki fungsi dan peranan yang krusial dalam memastikan keberhasilan suatu proyek. Namun bagi sebagian pihak yang tidak bersinggungan langsung dengan dunia pengembangan dan pembangunan, pasti hanya dapat menerka-nerka apa sebenarnya definisi manajemen konstruksi. Pengetahuan mengenai manajemen konstruksi dirasa perlu untuk diketahui oleh khalayak ramai mengingat nilai-nilai dalam proses pekerjaan seorang manajer konstruksi dapat diterapkan di bidang lain. Lantas, apakah sebenarnya definisi manajemen konstruksi itu sendiri?

Manajemen konstruksi memiliki arti sebagai proses penerpan fungsi-fungsi manajemen (planning, organizing, actuating dan controlling) secara sistematis dan terukur dengan memanfaatkan sumberdaya dan waktu yang tersedia secara efektif dan efisien demi tercapainya pencapaian tujuan yang optimal, dalam hal ini sering dikaitkan dengan pekerjaan pembangunan konstruksi dan properti. Adapun yang menjadi tujuan manajemen konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan untuk keperluan pencapaian tujuan tersebut. Proses manajemen konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan proyek. Tim manajemen konstruksi sudah menjalankan perannya sejak proses awal desain, pelelangan hingga pelaksanaan proyek tersebut dinyatakan selesai. Hal tersebut dikarenakan kelayakan suatu proyek dimulai dari tahap desain.

Tahapan Pekerjaan Manajemen Konstruksi

Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, pekerjaan manajemen konstruksi dibagi ke dalam beberapa tahapan. Setiap tahap memiliki fungsi masing-masing seperti yang dijelaskan pada skema di bawah ini:

Skema Tahapan Pekerjaan Manajemen Konstruksi
Sumber: Hasil Olahan Penulis, 2019

Untuk dapat melakukan keempat tahapan tersebut, dibutuhkan tim manajemen konstruksi yang mumpuni serta berkapabiltas tinggi sehingga hasil pengembangan bangunan bisa sesuai ekspektasi pemberi kerja. Adapun yang menjadi tugas dari seorang manajer konstruksi adalah:

  • Mengawasi dan memastikan kelancaran pekerjaan yang sedang berjalan di lapangan
  • Mengontrol progres kontraktor dari laporan tertulis yang dikumpulkan secara berkala
  • Mengambil tindakan jika proses pekerjaan tidak berjalan dengan baik
  • Mengadakan pertemuan secara berkala dengan seluruh stakeholder yang terlibat
  • Bertanggungjawab kepada pemberi kerja dengan menyampaikan informasi progres secara berkala
  • Bertanggungjawab dalam pemilihan material yang digunakan dalam pembangunan
  • Mengelola, mengarahkan dan mengkordinasikan pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu
  • Bertanggungjawan apabila terdapat perubahan dalam kontrak pekerjaan
  • Melakukan pemeriksaan pada shop drawing dari kontraktor sebelum dilakukan pelaksanaan pekerjaan
  • Memastikan terlaksananya syarat K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan) oleh kontraktor
  • Memberikan intrusksi tertulis jika ada percepatan dalam pekerjaan

Peran Manajemen Konstruksi

Dalam menjalankan tanggung jawabnya, seorag manajer konstruksi memiliki peran yang harus ia jalankan demi mencapai tujuan proyek. Keempat peran tersbut adalah sebagai berikut:

  • Agency Construction Management (ACM)

Sebagai mediator atau sarana penghubung sekaligus koordinator antara perancang konstruksi dengan pelaksana konstruksi hingga seluruh kontraktor. Manajer konstruksi memiliki kewajiban untuk membuat kontrak dengan para kontraktor sesuai dengan porsi pekerjaan dan jangka waktu pelaksanaan.

  • Extended Service Construction Management (ESCM)

Peran kedua yang diberikan pada manajemen kontraktor adalah sebagai kontraktor. Tujuan dari dilakukannya hal ini adalah untuk menghindari konflik tujuan antara kontraktor dengan pihak manajemen. Bentuk lainnya adalah pihak manajemen bergerak berdasarkan permintaan dari pihak ESCM atau kontraktor.

  • Owner Construction Management (OCM)

Dalam peran ini, manajemen konstruksi juga bertanggung jawab atas kelangsungan proyek yang dilaksanakan berdasarkan kepentingan pemilik proyek.

  • Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)

Peran manajemen konstruksi yang terakhir adalah bertanggung jawab kepada pemili atas waktu, biaya, hingga mutu proyek. Peran manajemen konstruksi sebagai GMPCM memungkinkan manajemen konstruksi bertindak sebagai pemberi kerja kepada kontraktor ataupun sub kontraktor.

Stakeholders yang Terlibat

Di dalam manajemen proyek, terdapat unsur-unsur pengelola proyek yang terlibat di dalam sebuah proyek, yaitu:

  • Pemberi kerja/Pemilik/Owner

Merupakan badan hukum/instansi atau perseorangan yang berkeinginan mewujudkan suatu proyek dan memberikan pekerjaan bangunan serta membayar biaya pekerjaan bangunan

  • Konsultan Perencana

Konsultan perencana merupakan perseroan atau badan hukum yang bergerak pada jasa konstruksi bidang perencanaan pekerjaan pembbangunan. Konsultan perenvana menerima pendelegasian/penyerahan pekerjaan dari pemilik proyek/owner dengan dua tahapan yaitu: rekayasa dan desain awal; dan rekayasa dan desain rinci.

  • Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas merupakan perseorangan yang diberi kuasa secara hukum untuk mengawasi/meliputi secara penuh atau teratas, seluruh tahapan konstruksi.

  • Kontraktor Pelaksana

Kontraktor pelaksana adalah perseoran atau badan hukum yang mewujudkan ide pemberi tugas ke dalam bentuk tiga dimensi yaitu sesuai denga gambar kerja rencana.

Berdasarkan informasi-informasi yang telah dipaparkan di atas mengenai manajemen konstruksi, maka dapat disimpulkan bahwa manajemen konstruksi bukanlah suatu hal sederhana dan mudah untuk dilakukan. Perlu adanya pengalaman serta kemampuan memanajerial yang baik untuk melakukan proses manajemen konstruksi. Demikianlah hal-hal yang dapat disampaikan mengenai manajemen konstruksi. Semoga bermanfaat!

Daftar Pustaka

Maxmanroe.com (2019). Pengertian Manajemen Konstruksi, Peran, Fungsi dan Tujuan, Serta Tugasnya. https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-manajemen-konstruksi.html

Ilmu Teknik Sipil (2012). Manajemen Konstruksi. https://www.ilmutekniksipil.com/pengelolaan-dan-pengendalian-proyek/manajemen-konstruksi

Dunia Teknik Sipil (2017). Manajemen Proyyek dan Struktur Organisasi Proyek. http://duniatekniksipil76.blogspot.com/2017/01/manajemen-proyek-dan-struktur.html

STRONG Construction & Lifting Equipments. Konsep Dasar Manajemen Konstruksi. http://strong-indonesia.com/artikel/konsep-dasar-manajemen-konstruksi/

Guru Sipil (2017). Pengertian dan Tugas Konsultan Pengawas Proyek. https://www.gurusipil.com/konsultan-pengawas/

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *